Destroyer
Destroyer
Lukisan ini menghadirkan sosok tikus sebagai metafora atas kerusakan yang terus menggerogoti kehidupan. Dalam dunia nyata, tikus dikenal sebagai hama yang merusak, menghabiskan persediaan, dan menyebarkan penyakit. Namun, dalam karya ini, maknanya melampaui pengertian harfiah. Tikus menjadi simbol dari kerakusan, penyalahgunaan kekuasaan, dan korupsi yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa. Garis-garis yang saling bertumpuk dan bergerak tanpa arah menggambarkan rumitnya jaringan kepentingan, manipulasi, dan kebohongan yang sering kali menutupi wajah sebenarnya dari para pelaku. Warna-warna yang bertabrakan menciptakan suasana penuh kegelisahan, mencerminkan dampak sosial, ekonomi, dan moral yang ditinggalkan oleh perilaku koruptif. Di balik kekacauan visual tersebut, tersimpan sebuah pesan bahwa kerusakan tidak selalu hadir dalam bentuk yang tampak. Ia dapat bersembunyi di balik jabatan, kekuasaan, dan kepentingan pribadi, perlahan menggerogoti keadilan serta kesejahteraan masyarakat, sebagaimana tikus menggerogoti bangunan dari dalam hingga rapuh. Melalui karya ini, penonton diajak untuk merenungkan bahwa korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan masa depan bersama. Seperti halnya hama yang harus dikendalikan agar kehidupan tetap lestari, budaya korupsi pun harus dilawan melalui integritas, keberanian, dan tanggung jawab bersama demi terciptanya masyarakat yang adil dan bermartabat.
-
size
70 x 90 cm
-
medium
Mix Media on Canvas (Acrylic + Cat Mobil)
-
support
Canvas
-
year
2026
-
price
Rp15.000.000